PETA

PETA
lokasi PELITA`15
Tampilkan postingan dengan label Rohis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rohis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Mencari Tetangga di Surga

Ialah Abu Yazid al-Bustami yang dikenal rajin bermunajat kepada Allah. Pada suatu hari ia melamun. “Aku berharap kelak menjadi tetangga Rasulullah saw di surga.” Ketika tersadar, tiba-tiba terdengan suara menyeru.

“Ada seorang hamba yang kelak akan menjadi tetanggamu di surga. Ia tanggal di negeri ini.” Kata suara itu.

Gundah benar hati Abu Yazid al-Bustami hingga ia memutuskan untuk mencari sang sahabat itu.

Ketika telah berhasil menemukan ‘sang sahabat’ dan hendak menjumpai ‘sahabat’ tersebut, seorang lelaki menasihatinya. “Mengapa engkau mencari orang fasiq dan peminum arak itu. Padahal, dari tanda-tanda di dahimu kau orang shalih,” ujarnya.

Terperanjatlah hati Abu Yazid al-Bustami. Ia berpikir bahwa suara yang menyuruhnya tadi adalah setan. Jadi mengapa ia harus menurutinya ?

“Di mana tempat orang itu?” Tanya Yazid.

“Dia sekarang sedang mabuk-mabukan di tempat itu.” Ujar lelaki itu seraya menunjuk ke sebuah tempat.

Benar saja, di hadapannya kini 40 orang laki-laki sedang mabuk-mabukan. Dan tampaklah orang yang dicarinya duduk di antara mereka. Abu Yazid hendak meninggalkan mereka. Tetapi seorang memanggilnya.

“Hai Abu Yazid, mengapa engkau tidak masuk rumah ini. Bukankah engkau jauh-jauh datang kemari karena ingin menemuiku? Bukankah kau mencari tetanggamu di surga?” Suara seorang lelaki.

Dengan ragu Abu Yazid masuk ke rumah itu kembali. Ia duduk di antara mereka yang sedang mabuk-mabukan.

“Hai Abu Yazid, masuk surga jangan Cuma ingin enak sendiri. Itu bukan sifat utama seorang lelaki sepertimu. Dulu ada 80 orang fasiq yang suka mabuk-mabukan seperti yang engkau lihat saat ini. Kemudian aku berusaha mendekati mereka agar bisa menjadi tetanggaku di surga.”

Dengan dakwah dan pembinaan khusus serta izin Allah, 40 orang pemabuk itu sadar dan bertaubat. Mereka itulah tetangga Abu Yazid di surga.

Sumber : Sabili


manfaat puasa


Yang menyebabkan organ tubuh "menua" ternyata bukan semata usia, tetapi
adalah proses peracunan tubuh (toksifikasi) yang intensif apalagi di
lingkungan hidup kita sekarang ini, dengan segala "hidangan" instan.
Oleh karena itulah kita sering menjumpai orang yang usianya lebih tua
TETAPI tampak lebih muda dari yang usianya lebih muda. Itu bisa jadi
karena proses toksifikasinya lebih kecil atau dia sering melakukan
proses detoksifikasi (detoks). Bahkan dokter (dokter beneran, tapi
non-muslim) yang pernah saya jumpai di klinik cuci usus (colon
hydrotherapy) sekitar 8 tahun yang lalu di Bandung juga menyarankan
puasa!

Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang
bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode
efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses
alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang
menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus
besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).

Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi
keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena
setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah
mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan
terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin
yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke
sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang
menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan
degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.
Pensiun dini (alias GSH) masih ada kompensasinya yg lumayan besar, nah
kalau penuaan dini ????


-----Original Message-----
From: M.Hidayat Umar, CITRA
Sent: Thu 8/18/2011 7:48 AM
To: Muslim-Member
Subject: Puasa di Mata Ilmuwan Non-Muslim

Puasa di Mata Ilmuwan Non-Muslim

Health News Tue, 16 Aug 2011 15:46:00 WIB

Written by Mia Azzahra



Moskow - Sejumlah besar sarjana non-Muslim dan ilmuwan telah menekankan
pentingnya puasa, menganggapnya sebagai suatu faktor penting bagi
kesehatan fisik manusia.



Di abad pertengahan, seorang ilmuwan terkemuka dari Roma kuno telah
menyoroti pentingnya puasa sebagai pengobatan pertama bagi
penyakit-penyakit yang diakibatkan kelebihan makan.



Pakar kesehatan Profesor Alexis Sophorin dari Rusia, berpendapat bahwa
puasa menyembuhkan segala macam penyakit, karena merupakan cara terbaik
untuk membersihkan tubuh dari zat racun (detoksifikasi).



Ia menulis dalam bukunya, "Pengobatan dengan cara berpuasa memiliki
manfaat khusus dan berguna untuk menyembuhkan anemia, kelemahan usus,
peradangan akut dan kronis, abses internal dan eksternal, TBC,
sclerosis, rematik, asam urat, sakit gembur-gembur, linu panggul,
(pengelupasan kulit), penyakit mata, gangguan gula, penyakit kulit,
masalah ginjal dan hati, dan penyakit lainnya."



Sedang Dr Jean Frumusan mengacu pada puasa sebagai pengobatan
pembersihan untuk seluruh organ tubuh secara seketika, menciptakan rasa
nyaman, ringan, dan menyenangkan.



Dalam buku Man The Unknown Creature, Dr Alexis Carrel menulis, "Puasa
mengarahkan gula darah ke hati, sehingga melepaskan lemak hipodermik
dari hati, kelenjar dan otot untuk dikonsumsi oleh tubuh."



Dia juga menekankan pentingnya puasa dalam semua sekte agama, mencatat
bahwa setelah perasaan utama kelaparan, kelemahan, atau agitasi, puasa
akan mencuci semua jaringan tubuh, mengaktifkan mereka untuk menjaga
keseimbangan internal tubuh.



Ilmuwan Prancis, Gounelle Pye, menyebut hampir 80 persen penyakit yang
terkait dengan fermentasi makanan di usus dapat diobati melalui puasa.



Ia menggarisbawahi satu bulan sebagai kesempatan yang baik untuk
melepaskan beban sistem pencernaan dari semua zat sampah yang menumpuk
di perut selama 11 bulan.



"Puasa juga merupakan pengobatan terbaik untuk penyakit yang tampaknya
tidak dapat disembuhkan dalam sistem pencernaan (gangguan pencernaan),
ginjal dan hati," katanya.



Sedang ilmuwan Amerika, Ignasi Carrio mengingatkan pentingnya puasa
sebagai penjamin terbaik dari kesehatan fisik manusia. Ia bahkan
menganjurkan semua pasiennya untuk menjauhkan diri dari makan dan minum
untuk sementara setiap tahun untuk menghentikan pertumbuhan mikroba
dalam tubuh. [rek]

Malaikat Pun Turut Mendengarkan

Kamis, 11 Agustus 2011 05:39 WIB

Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas

Description: Malaikat Pun Turut MendengarkanTengah malam itu suasana tenang dan hening sekali. Usaid bin Hudhair duduk di beranda belakang rumahnya.Putranya, Yahya, yang masih balita sudah lama terlelap di sampingnya. Tidak jauh dari tempatnya duduk, seekor kuda siap tertambat.

Sewaktu-waktu jika perintah perang fisabilillah dari Rasulullah keluar, dia dapat dengan sigap menunggangnya. Di keheningan malam itu, Usaid membaca Alqur an dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Ayat demi ayat dia lantunkan dengan suara merdu. Ia membaca surah al-Baqarah ayat 1-4.

Ketika melantunkan ayat-ayat suci tersebut, kudanya lari berputar-putar hampir memutuskan tali pengikatnya. Sampai di ujung ayat keempat al-Baqarah tersebut, Usaid menghentikan bacaannya, ingin tahu apa yang terjadi pada kudanya. Usaid tidak melihat apa pun.

Bersamaan dengan berhentinya Usaid melantunkan ayat-ayat suci, kudanya kembali tenang. Usaid kembali melanjutkan bacaannya. “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orangorang yang beruntung.” (QS [2]: 5).

Kudanya kembali meronta, berputar-putar lebih hebat dari yang pertama. Usaid pun kembali menghentikan bacaannya. Kudanya kembali diam. Demikianlah terjadi berulang-ulang. Setiap kali Usaid membaca Alquran kudanya meronta, setiap kali Usaid diam kudanya juga diam.

Khawatir dengan keselamatan anaknya, Usaid membangunkan anaknya. Ketika itulah dia melihat ke langit, terlihat awan seperti payung yang mengagumkan, belum pernah dia lihat sebelumnya. Esok paginya, hal itu dia ceritakan kepada Rasulullah SAW.

Rasul bersabda, “Hai Usaid, itu malaikat yang turun mendengarkan engkau membaca Alquran. Seandainya engkau teruskan bacaanmu, pastilah orang banyak akan melihatnya pula. Pemandangan itu tidak akan tertutup bagi mereka.”

Usaid sangat mencintai Alquran, bahkan sejak pertama kali mendengarkan ayat-ayat Alquran dilantunkan oleh Mush’ab bin Umair, dai muda yang dikirim Rasulullah SAW sebagai perintis dakwah di Kota Yatsrib. Saat itu, Mush’ab sedang menyampaikan Islam kepada orang-orang yang sudah masuk Islam, tiba-tiba Usaid datang.

Usaid berkata dengan nada menuding, “Apa maksud Tuan da tang ke sini? Tuan hendak mempengaruhi rakyat kami yang bodoh-bodoh. Pergilah Tuan sekarang, jika Tuan masih ingin hidup!” Dengan wajah tenang karena pantulan iman, Mush’ab menjawab, “Wahai pemimpin, silakan duduk bersama kami, mendengarkan apa yang kami bicarakan. Jika Anda suka apa yang kami bicarakan, silakan ambil. Dan jika Anda tidak suka, kami akan meninggalkan Anda dan tidak kembali lagi ke kampung Anda ini.”

Usaid setuju, lalu mulai mendengarkan Mush’ab menjelaskan Islam sambil membaca ayat-ayat Alquran. Rasa gembira terpancar di wajah Usaid. Dia langsung mengaguminya.

“Alangkah indahnya apa yang Tuan baca,” kata Usaid. “Apa yang dapat saya lakukan jika aku ingin memeluk Islam?” katanya lebih lanjut. Di bawah bimbingan Mush’ab, Usaid masuk Islam. Sejak itu Usaid men cintai Alquran seperti seseorang mencintai kekasihnya. Itulah Usaid bin Hudhair yang malaikat pun turun mendengarkan bacaannya.


Assalamu’alaykum Wr.Wb

Sharing dikit untuk menambah wawasan dan bertukar ilmu……, sbb :

Ayat Larangan memakan bangkai, darah, daging babi dan binatang ketika disembelih disebut nama selain Allah.

2. Al Baqarah

173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[108]. Haram juga menurut ayat ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah.

5. Al Maa'idah

96. Dihalalkan bagimu binatang buruan laut[442] dan makanan (yang berasal) dari laut[443] sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

[442]. Maksudnya: binatang buruan laut yang diperoleh dengan jalan usaha seperti mengail, memukat dan sebagainya. Termasuk juga dalam pengertian laut disini ialah: sungai, danau, kolam dan sebagainya.

[443]. Maksudnya: ikan atau binatang laut yang diperoleh dengan mudah, karena telah mati terapung atau terdampar dipantai dan sebagainya.

Sepertinya 2 ayat di atas ada perkecualiannya khusus pada binatang “Ikan”........?

Kecuali ikan mati karena akibat terkontaminasi zat radio aktif……betul?

Hormat Kami,

AgBkam

Wassalamu’alaykum Wr.Wb

From: Arif Susanto, CITRA
Sent: Tuesday, August 09, 2011 10:19 AM
To: Muslim-Member
Subject: Alquran dan Sains: Bahaya Memakan Bangkai, Darah dan Daging Babi

Alquran dan Sains: Bahaya Memakan Bangkai, Darah dan Daging Babi

Jumat, 05 Agustus 2011 08:15 WIB

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Home » Dunia Islam » Islam Digest

nathzmhardika.blogspot.com

Description: Alquran dan Sains: Bahaya Memakan Bangkai, Darah dan Daging Babi

Daging babi (ilustrasi).



Sebagaimana telah kami jelaskan pada pembahasan terdahulu, bahwa sel-sel yang telah mati mengandung berbagai bahan beracun sebagai akibat dari kerusakan yang terjadi pada sel.

Selanjutnya, zat-zat tak berguna ini bertambah banyak yang mengakibatkan sel-sel hidup teracuni olehnya, sehigga pencernaan makanan pada sel-sel tersebut pun terhambat. Yang selanjutnya berakibatkan kematian sel-sel hidup yag lebih banyak lagi.

Bahaya mengkomsumsi jaringan sel dan zat-zat rusak dan racun yang dikandungnya, sebenarnya tergantung pada proses kehidupan sel tersebut yang berbeda-beda antara satu sel dengan sel yang lain. Sebagian jaringan sel, ada yang mengandung zat rusak beracun yang bereaksi cepat. Disamping dapat menyebar dari satu sel ke sel yang lain atau berpindah melalu jaringan sel yang tersebar melalui kotoran dan aliran darah.

Sementara itu, sebagian jaringan sel yang lain, mengandung zat rusak beracun dengan reaksi yang lambat, namun tetap memiliki kemampuan untuk menyebar ke dalam berbagai jaringan sel di dalam tubuh, meski ia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat mengalahkan anti bodi yang melawannya.

Selain itu, terdapat juga jaringan sel yang mengandung zat rusak yang berbahaya dengan reaksi yang lambat, serta tidak dapat menyebar. Karenanya, efek dari zat ini hanya bersifat lokal.

Ada juga jenis zat rusak yang terdapat dalam sel yang mati di mana ia mempunyai tingkat bahaya yang rendah dan penyebarannya hanya terpusat di jaringan sel tertentu. Sel jenis ini sedikit ditemukan. Dan kalaupun ada, ia mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi, sehingga tidak berbahaya.

Infeksi dari zat-zat rusak ini yang masuk ke dalam sel-sel hidup tergantung pada tingkat bahayanya, seperti yang kami jelaskan di atas. Untuk itu, kita bisa membagikan zat rusak, ke dalam beberapa bagian:

1. Zat rusak yang susah diatasi
Termasuk dalam zat ini adalah zat-zat rusak yang sulit untuk dihindari efeknya atau sel-sel yang mengandung zat tersebut sulit untuk dibersihkan dari racun yang dikandungnya, baik melalui zat kimia, atau anti bodi atau serum.

2. Zat rusak yang mudah diatasi
Yang termasuk dalam zat ini, hanya sedikit dari jenis zat rusak, yang dapat dimatikan efeknya dengan menggunakan serum.

Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh zat-zat rusak ini, juga dapat ditimbulkan oleh darah. Karena darah sama seperti sel, bisa mengandung zat-zat mati yang beracun. Apalagi pada jenis darah yang tidak mengandung oksigen, yaitu darah yang ditulari oleh zat sel yang telah rusak dari beberapa sel tubuh. Di mana setelahnya sel darah mengalir dalam cabang peredaran darah, untuk menghilangkan bahaya dari zat rusak ini.

Di dalam organ limpa, sel darah merah yang telah rusak disimpan di dalamnya. Di dalam organ ginjal, darah dibersihkan dari polina dan zat kotor lainnya. Di dalam lapisan sel kulit, darah dibersihkan dan dikeluarkan dalam bentuk keringat. Dan di dalam hati, berbagai racun yang terdapat dalam aliran darah disimpan di dalamnya.

Selain mengandung zat-zat rusak, aliran darah juga bisa mengandung beberapa sel kecil yang di dalamnya terdapat ‘penyakit’, seperti virus yang merusak sistem metabolisme tubuh atau menghancurkan anti bodi, contohnya virus aids, atau virus yang memecah sel-sel darah, seperti virus ebola.



Redaktur: cr01

Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah

Kenapa "DOA" kita belum terkabulkan..?

Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara'nya,melewati pasar yg ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni byk org yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, "Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?"

Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, "Saudara sekalian. Ada sepuluh hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.

#1, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.

#2, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.

#3, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.

#4, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.

#5, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.

#6, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.

#7, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.

#8, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.

#9, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya.

#10, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa."

Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.

Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya. Ibrahim menjawab, "Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa.

Wallahu alam bissawab..

Detik-detik Meninggalnya Rasulullah SAW

Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya.

Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cerdas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.

“Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.

Fatimah menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.

Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.

Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.

Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua.


Kamis, 14 April 2011

Pelajaran Dibalik Perkawinan Nabi Muhammad SAW

Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW.
Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives”.

Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya).

Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.

Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya).

Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.

Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.

John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut: “In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort”.
Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.

Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.
Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:

1.        Khadijah: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadija. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2.        SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3.        AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemduian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.

4.        HAFSAH BINT U’MAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5.        ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.

6.        SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.

7.        ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).

8.        JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.

9.        SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah disampaikan terpisah.

10.        UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11.        MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12.        MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.
Silahkan ambil Hikmahnya……..
 
Salam,

Selasa, 12 April 2011

Sebab Utama Lelaki Ditarik Ke Neraka Oleh Wanita!!

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yg akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kpd wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah: 

             1. Ayahnya
           
           
 Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan
            
anak2 perempuannya didunia. Dia tidak memberikan
           
 segala keperluan agama seperti mengajar shalat,mengaji
           
 dan sebagainya Dia membiarkan anak2 perempuannya tidak
           
 menutup aurat. Tidak cukup kalau dgn hanya memberi
           
 kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke
           
 neraka oleh anaknya.
           
           
 (p/s; Wahai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal
           
 keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau
             
mengajarnya bersholat & saum?..menutup aurat?..
             
pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya,
             
maka bersedialah utk menjadi bahan bakar neraka
             
jahannam.)
           
           
2. Suaminya
           
           
 Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk
           
 isterinya. Bergaul! bebas, memperhias
           
diri bukan utk suami tapi utk pandangan kaum lelaki yg
           
bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun
           
seorang yg alim dimana shalatnya tidak pernah
           
bertangguh, saumnya tidak tertinggal, maka dia
           
akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dlm
           
neraka.
           
           
(p/s; Wahai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal
           
 keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
           
 Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya
           
mengikut ketetapan syari'at, maka terimalah hakikat yg
           
kau akan sehidup semati bersamanya di 'taman' neraka sana .)
           
           
 3. Abang-abangnya
           
           
 Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga
           
 maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara
           
 lelakinya. Jika mereka hanya mementingkan
           
keluarganya saja dan adiknya dibiar melenceng dari
           
ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat
           
kelak.
           
           
(p/s; Wahai lelaki yg mempunyai adik perempuan, jgn
           
 hanya menjaga amalmu, dan jgn ingat kau terlepas...
           
kau juga akan dipertanggungjawabkan diakhirat
           
kelak...jika membiarkan adikmu bergelimang dgn
           
maksiat... dan tidak menutup aurat.)
           
           
 4. Anak2 lelakinya
           
           
 Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu
           
 perihal kelakuan yg haram disisi Islam. bila ibu
           
membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengatakan
           
dan sebagainya.. .maka anak itu akan ditanya dan
           
dipertanggungjawabkan di akhirat kelak....dan nantikan
           
tarikan ibunya ke neraka.
           
           
(p/s; Wahai anak2 lelaki.... sayangilah ibumu....
           
 nasihatilah dia jika bersalah atau khilaf.... krn ibu
           
 juga manuasia biasa... tidak lepas dr melakukan dosa...
           
selamatkanlah dia dr menjadi 'kayu api' neraka....jika
           
tidak, kau juga akan ditarik menjadi temannya.)
           
............ ......... ......... ......... .........
           
 Lihatlah.... .betapa hebatnya tarikan wanita bukan
           
saja di dunia malah diakhirat pun tarikannya begitu
           
 hebat. Maka kaum lelaki yg bergelar ayah/suami/abang
             
atau anak harus memainkan peranan mereka.
           
           
 Firman Allah S.W.T;
         
 
           
"Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta keluargamu
           
 dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia,
           
 jin dan batu-batu... ."

salam....